SANG
PEMIMPI
“Selamat untuk Rafid, kamulah juara
lomba Drummer tahun ini !”. Suara riuh terdengar jelas setelah pengumuman itu, mendengar
hal itu Rafid langsung melakukan sujud syukur, dan lalu ia langsung menerima
pialanya dan pulang ke rumahnya.
2 bulan sebelumnya, Rafid adalah
seorang
drummer yang namannya cukup terkenal, dia sering mencover lagu lagu yang memiliki alunan drum yang keras atau rock, dan juga dia adalah Sang Pemimpi, karena sering menghayal bahwa dia akan menjadi drummer terhebat, “Hei Fid, saya ketemu di koran nih, ada lomba untuk drummer di indonesia, mau ikut nggak ?.” tanya Tane. “ya iyalah, saya ikut donk, kapan lomba nya”. Jawab Rafid.” Lalu Tane hanya bilang, “ dua bulan lagi dan pendaftarannya 800 ribu, sanggup nggak ? .” Rafid berpikir sebentar, setelah berpikir cukup lama dia tersenyum dan berkata ke Tane. “Insya Allah sanggup Ta, doakan saja yah, dan mungkin mimpi saya ingin menjadi drummer terhebat bisa terkabul.” “Ya semoga saja Fid, tapi ingat kamu harus latihan yang giat dan jangan kebanyakan mimpi.” Pesan Tane. “oke Ta, saya akan ingat pesanmu.” Jawab Rafid singkat.
drummer yang namannya cukup terkenal, dia sering mencover lagu lagu yang memiliki alunan drum yang keras atau rock, dan juga dia adalah Sang Pemimpi, karena sering menghayal bahwa dia akan menjadi drummer terhebat, “Hei Fid, saya ketemu di koran nih, ada lomba untuk drummer di indonesia, mau ikut nggak ?.” tanya Tane. “ya iyalah, saya ikut donk, kapan lomba nya”. Jawab Rafid.” Lalu Tane hanya bilang, “ dua bulan lagi dan pendaftarannya 800 ribu, sanggup nggak ? .” Rafid berpikir sebentar, setelah berpikir cukup lama dia tersenyum dan berkata ke Tane. “Insya Allah sanggup Ta, doakan saja yah, dan mungkin mimpi saya ingin menjadi drummer terhebat bisa terkabul.” “Ya semoga saja Fid, tapi ingat kamu harus latihan yang giat dan jangan kebanyakan mimpi.” Pesan Tane. “oke Ta, saya akan ingat pesanmu.” Jawab Rafid singkat.
Satu minggu sebelum lomba, Rafid
seperti biasa dia latihan yang cukup keras, namun sifat pemimpinya masih ada,
itu sebenarnya cukup menggangu Rafid, namun dia tidak memperdulikannya. “Ahh,
ini hal sepele, tidak terlalu penting, nanti hilang sendiri sifatnya.” Pikir
Rafid dalam otaknya. Lalu Tane datang ke Rafid untuk menanyakan persiapann
temannya. “Fid, gimana latihanmu, lancar ? .”Tanya Tane singkat. Namun Rafid
hanya tersenyum, tampak dia lagi memikirkan sesuatu, tapi itu hanya sebentar,
kemudian Rafid menjawab, “ Alhamdullilah Ta lancar, tapi saya memikirkan sifat
pemimpi saya, kapan hilangnya sifat ini, namun biarlah ini hanya hal sepele.”
Mendengar itu Tane cukup terkejut, “Haaa, jadi kamu masih bingung ?, ingat Fid
hal-hal sepele bisa menjadi hal yang besar ingat itu.” Tegas Tane. “Owh...,
gitu ya Ta, makasih lagi atas pesan kamu, saya akan memikirkan hal ini dengan
baik baik.” Pungkas Rafid.
Hari Lomba itu pun datang, terlihat
Rafid semangat dan ceria seolah-olah dia tidak terlihat seperti gugup atau
takut, Rafid mendapatkan giliran ke empat, “hmm, nomor yang cukup ideal, saya
bisa menenangkan diri sebentar.” Gumam Rafid. Para peserta nomor satu,dua, dan
tiga sudah selesai menampilkan penampilan mereka, tampak jelas Juri agak merasa
bosan, lalu Rafid naik ke panggung. “oke, kamu mendapatkan lagu Beast and the
Harlot dari Avenged Sevenfold. Kata Juri. “Alhamdullilah, untung lagu ini sudah
saya pelajari, semoga berhasil.” Pikir Rafid.
Kemudian, Rafid mulai memainkan
drumnya, terlihat Rafid serius memainkan drumnya. Setelah Rafid selesai,
penonton bertepuk tangan dengan meriah menyambut permainan Rafid yang luar
biasa, Rafid tersenyum bahagia melihat itu. Lalu Rafid turun dari panggung
tersebut. Kini pengumuman itu mulai, Rafid berharap cemas dan berdoa bahwa dia
akan menang, “baiklah, sebelumnya ada dua orang yang nilainya sama, yaitu nomor
4 dan nomor 6, jadi akan kita adu mereka di babak final !!!!.” kata Juri dengan
semangat. Rafid terkejut, namun dia masih tenang dan sabar, sementara peserta
nomor enam terlihat kalem.
Babak Final itu pun mulai, Rafid
yang mendapatkan giliran pertama langsung dengan semangat memainkan drumnya,
penonton yang mendengar permainan Rafid bertepuk tangan, begitu juga dengan
peserta bernomor enam, dia juga dalam memainkan drumnya dengan hebat, akan
tetapi setelah dia selesai dia berkata-kata kasar kepada Rafid karena hal yang
tidak jelas , hal itu membuat heran para juri, tapi Juri dengan tegas
mendiskualifikasikan peserta itu. “kamu dikeluarkan, tidak pantas kamu
berkata-kata kasar kepada peserta lain.” Tegas Juri, peserta nomor enam itu
hanya tertunduk lesu dan meninggalkan panggung, “Baiklah, dengan begitu sudah
jelas, Selamat untuk Rafid, kamulah juara lomba Drummer tahun ini !”. kata
Juri suara riuh terdengar jelas setelah
pengumuman itu, mendengar hal itu Rafid langsung melakukan sujud syukur dan
mengucapkan terima kasih kepada juri , lalu ia langsung menerima pialanya dan
pulang ke rumahnya.
Sampainya di rumah, dia tidak lupa
memberi kabar ke Tane bahwa dia berhasil memenangkan Kejuaraan Drummer
Indonesia, “Hei Ta, lihat Alhamdullilah saya berhasil mendapatkan juara 1.”
Kata Rafid dengan gembira. Tane hanya tertawa dan langsung berkata ke Rafid “
hahaha, Selamat ya Fid, maaf saya tidak bisa mendampingi mu, karena saya ada
urusan keluarga.” “Owh, tidak apa Ta, terima kasih atas saran kemarin, terima
kasih sekali lagi.” Ungkap Rafid.
Setelah Rafid menjadi juara 1 di kejuaraan
itu, Rafid mendapatkan jadwal yang cukup padat untuk konsernya di seluruh
Indonesia, tetapi Rafid tetap tidak berubah, dia tetap orang yang baik dan
tetap menjadi Sang Pemimpi.
THE END
Demikian
lah cerita saya pada kesempatan ini, semoga dapat menghibur sobat. Dan juga
jangan lupa komentar anda tentang cerita ini sobat !. :D
Follow Twitter : @AhmadSandy_14
ini cerpen? aku kirain cerbung, soalnya kerasa tanggung.
BalasHapusohya,bahasanya jangan terlalu baku pakai bahasa gaul lebih enak kalau menurutku. ^_^
over all, nice.