Sabtu, 16 November 2013

CERPEN (CERITA PENDEK) 6



SANG PEMIMPI

         
            “Selamat untuk Rafid, kamulah juara lomba Drummer tahun ini !”. Suara riuh terdengar jelas setelah pengumuman itu, mendengar hal itu Rafid langsung melakukan sujud syukur, dan lalu ia langsung menerima pialanya dan pulang ke rumahnya.

            2 bulan sebelumnya, Rafid adalah seorang
drummer yang namannya cukup terkenal, dia sering mencover lagu lagu yang memiliki alunan drum yang keras atau rock, dan juga dia adalah Sang Pemimpi, karena sering menghayal bahwa dia akan menjadi drummer terhebat, “Hei Fid, saya ketemu di koran nih, ada lomba untuk drummer di indonesia, mau ikut nggak ?.” tanya Tane. “ya iyalah, saya ikut donk, kapan lomba nya”. Jawab Rafid.” Lalu Tane hanya bilang, “ dua bulan lagi dan pendaftarannya 800 ribu, sanggup nggak ? .” Rafid berpikir sebentar, setelah berpikir cukup lama dia tersenyum dan berkata ke Tane. “Insya Allah sanggup Ta, doakan saja yah, dan mungkin mimpi saya ingin menjadi drummer terhebat bisa terkabul.” “Ya semoga saja Fid, tapi ingat kamu harus latihan yang giat dan jangan kebanyakan mimpi.” Pesan Tane. “oke Ta, saya akan ingat pesanmu.” Jawab Rafid singkat.

            Satu minggu sebelum lomba, Rafid seperti biasa dia latihan yang cukup keras, namun sifat pemimpinya masih ada, itu sebenarnya cukup menggangu Rafid, namun dia tidak memperdulikannya. “Ahh, ini hal sepele, tidak terlalu penting, nanti hilang sendiri sifatnya.” Pikir Rafid dalam otaknya. Lalu Tane datang ke Rafid untuk menanyakan persiapann temannya. “Fid, gimana latihanmu, lancar ? .”Tanya Tane singkat. Namun Rafid hanya tersenyum, tampak dia lagi memikirkan sesuatu, tapi itu hanya sebentar, kemudian Rafid menjawab, “ Alhamdullilah Ta lancar, tapi saya memikirkan sifat pemimpi saya, kapan hilangnya sifat ini, namun biarlah ini hanya hal sepele.” Mendengar itu Tane cukup terkejut, “Haaa, jadi kamu masih bingung ?, ingat Fid hal-hal sepele bisa menjadi hal yang besar ingat itu.” Tegas Tane. “Owh..., gitu ya Ta, makasih lagi atas pesan kamu, saya akan memikirkan hal ini dengan baik baik.” Pungkas Rafid.

            Hari Lomba itu pun datang, terlihat Rafid semangat dan ceria seolah-olah dia tidak terlihat seperti gugup atau takut, Rafid mendapatkan giliran ke empat, “hmm, nomor yang cukup ideal, saya bisa menenangkan diri sebentar.” Gumam Rafid. Para peserta nomor satu,dua, dan tiga sudah selesai menampilkan penampilan mereka, tampak jelas Juri agak merasa bosan, lalu Rafid naik ke panggung. “oke, kamu mendapatkan lagu Beast and the Harlot dari Avenged Sevenfold. Kata Juri. “Alhamdullilah, untung lagu ini sudah saya pelajari, semoga berhasil.” Pikir Rafid.

            Kemudian, Rafid mulai memainkan drumnya, terlihat Rafid serius memainkan drumnya. Setelah Rafid selesai, penonton bertepuk tangan dengan meriah menyambut permainan Rafid yang luar biasa, Rafid tersenyum bahagia melihat itu. Lalu Rafid turun dari panggung tersebut. Kini pengumuman itu mulai, Rafid berharap cemas dan berdoa bahwa dia akan menang, “baiklah, sebelumnya ada dua orang yang nilainya sama, yaitu nomor 4 dan nomor 6, jadi akan kita adu mereka di babak final !!!!.” kata Juri dengan semangat. Rafid terkejut, namun dia masih tenang dan sabar, sementara peserta nomor enam terlihat kalem.

            Babak Final itu pun mulai, Rafid yang mendapatkan giliran pertama langsung dengan semangat memainkan drumnya, penonton yang mendengar permainan Rafid bertepuk tangan, begitu juga dengan peserta bernomor enam, dia juga dalam memainkan drumnya dengan hebat, akan tetapi setelah dia selesai dia berkata-kata kasar kepada Rafid karena hal yang tidak jelas , hal itu membuat heran para juri, tapi Juri dengan tegas mendiskualifikasikan peserta itu. “kamu dikeluarkan, tidak pantas kamu berkata-kata kasar kepada peserta lain.” Tegas Juri, peserta nomor enam itu hanya tertunduk lesu dan meninggalkan panggung, “Baiklah, dengan begitu sudah jelas, Selamat untuk Rafid, kamulah juara lomba Drummer tahun ini !”. kata Juri  suara riuh terdengar jelas setelah pengumuman itu, mendengar hal itu Rafid langsung melakukan sujud syukur dan mengucapkan terima kasih kepada juri , lalu ia langsung menerima pialanya dan pulang ke rumahnya.

            Sampainya di rumah, dia tidak lupa memberi kabar ke Tane bahwa dia berhasil memenangkan Kejuaraan Drummer Indonesia, “Hei Ta, lihat Alhamdullilah saya berhasil mendapatkan juara 1.” Kata Rafid dengan gembira. Tane hanya tertawa dan langsung berkata ke Rafid “ hahaha, Selamat ya Fid, maaf saya tidak bisa mendampingi mu, karena saya ada urusan keluarga.” “Owh, tidak apa Ta, terima kasih atas saran kemarin, terima kasih sekali lagi.” Ungkap Rafid.

            Setelah Rafid menjadi juara 1 di kejuaraan itu, Rafid mendapatkan jadwal yang cukup padat untuk konsernya di seluruh Indonesia, tetapi Rafid tetap tidak berubah, dia tetap orang yang baik dan tetap menjadi Sang Pemimpi.




THE END


Demikian lah cerita saya pada kesempatan ini, semoga dapat menghibur sobat. Dan juga jangan lupa komentar anda tentang cerita ini sobat !. :D
Follow Twitter : @AhmadSandy_14 


1 komentar:

  1. ini cerpen? aku kirain cerbung, soalnya kerasa tanggung.
    ohya,bahasanya jangan terlalu baku pakai bahasa gaul lebih enak kalau menurutku. ^_^
    over all, nice.

    BalasHapus